Selasa, 05 Januari 2016

KEBAHAGIANMU ADALAH DUKAKU

Ipung adalah seorang kepala keluarga yang mempunyai satu orang anak bernama Alfin dan seorang istri bernama Siska pada hari itu: siska: ayah aku mau minta ijin untuk bekerja di luar negeri, untuk membahagiakan kedua orang tuaku aku ingin sekali memberangkatkan beliau ke tanah suci. dengan lembut ia berkat Ipung: Bu, apa tidak ada tempat kerja lain, selain ke luar negeri? siska: tekadku sudah bulat untuk membantu ekonomi kita yang sedang melemah.. Namun aku masih berfikir... aku takut, sangat takut kehilangan seorang istri yang saya cintai setelah itu aku mencoba untuk bercerita kepada keluarga dan sahabatku. ahirnya aku mengijinkan semua itu dan siska berhasil lolos daftar ke Taiwan melalui jasa penyalur tenaga kerja, PT MIP RESINDO JAYA Jakarta setelah 3 bulan lamanya di tempat pelatihan di jakarta pinjamanku pun semakin menumpuk baik di tempat aku bekerja maupun di tempat pinjaman uang yang hitungan bunga nya selangit, tapi aku sangat ersukur karna Do'a ku terkabul ahirnya istriku bisa mendapatkan job di taiwan sana. sebelum berangkat kami saling berpelukan dan saling meneteskan air mata, dan berjanji agar saling setia. 6Bulan sudah terlewati dengan pinjaman yang begitu banyak dan bunga pun selangit ahirnya aku di PHK dari tempat kerjaku. aku mencoba untuk menghubungi siska namun slalu sibuk 1000 alasan sesekalainya aku bisa berbicara dengan nya Ipung: assalammu'alaikum... Siska: waalaikum salam... Ipung: apa kabarnya bu di negri orang? Siska: untuk apa tanya kabarku lagi yah!!!!!! bagus ceraikan saja aku aku sudah tak pantas lagi untukmu... dan jangan pernah tanya uang hasil kejaku, uangnya sudah aku kirimkan ke ibuku di kampung Aku hanya bisa terdiam dan terpaku, ya allah apa salah dan dosaku, hingga siska seperti ini... menjadi pengangguran sungguh sangat menderita, terpaksa aku lakukan menjadi seorang pengamen jalanan bersama yudhi dan wawan, kami berjalan melewati dari rumah ke rumah, dari bus kota hingga ke angkot. jika kami lapar yang kami beli adalah roti dengan harga Rp 1000 rupiah di belah menjadi tiga dan bila kami haus kami slalu membawa botol kosong untuk mengambil air di mesjid tempat orang berwudhu untuk kami minum sepanjang jalan, hingga saat ini saya tidak akan pernah lupa dengan Yudhi dan Wawan. singkat cerita............ Agustus 2010 aku coba untuk merantau ke negri jiran malaysia dan melalui jejaring sosial facebook aku bisa bertemu dengan mbak Dewi orang cirebon beliau bercerita bahawa siska di taiwan setiap hari minggu slalu booking hotel bersama laki-laki ukan satu atu dua orang bahkan sering berganti-ganti pasangan. dari situlah aku mulai berfikir untuk apa aku pertahankan rumah tangga ini dengan wanita kupu-kupu malam ahirnya kami berpisah.... BERSAMBUNG...........................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar